Yang Ditutupi oleh Pertamina dan Pemprov soal Kelangkaan BBM di Bali

 

BY Aqwam Fiazmi Hanifan

Antrian BBM parah di Bali, terus yang disalahin: kapal yang jangkarnya bermasalah & warga yang katanya panic buying.

Saya cek catatan kapal BBM yang masuk ke pelabuhan Bali. Faktanya banyak yang ditutupi:

– Sebulan sebelum antrean (12 Sep–11 Okt), Pertalite yang masuk buat Bali cuma sekitar 1.210 kiloliter per hari. Artinya pasokan buat Bali dipangkas sampai 57 persen, dari 84.900 menjadi 36.300 Kiloliter. Artinya BBM kita memang lagi kritis.

– Bali nggak punya kilang. Semua bensin datang lewat laut, dan hampir 8 dari 10 liternya masuk lewat satu pintu: Terminal Manggis di Karangasem. Jadi kalau mau tahu kenapa SPBU kosong, lihat aja kapal yang bongkar di sana.

– Yang bikin heran: selama 14 bulan terakhir, 44 dari 46 kapal Pertalite ke Bali selalu disupply dari Jawa. Tiga minggu sebelum antrean, dua kiriman terakhir malah datang dari Balikpapan dan lewat Bau-Bau. Stok buat Bali dibagi wilayah lain.

– Ada argumen muncul kelangkaan Pertalite sengaja biar pada pindah ke Pertamax. Masalahnya Pertamax juga stok menipis. Sebulan sebelum antrean (12 Sep–11 Okt), Pertamax yang didrop cuma 9.900 kiloliter. Padahal sebulan sebelumnya 30 ribu kiloliter. Stoknya dipangkas cuma sepertiga. Edan!

Antrean BBM di Bali itu cuma puncak gunung es. Perang di Timteng bikin minyak mahal, dolar terus naik, APBN tekor gara-gara anggaran dihambur buat program yang nggak jelas. Kalau begini terus, siap-siap aja yang terjadi di Bali akan menimpa kalian dalam waktu dekat.

Laporan lengkap soal liputan tadi ada di sini: https://balebengong.id/krisis-bbm-bali/