:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Anggota-Wantimpres-Rocky-Gerung-usai-rapat-pleno-perdana-Wantimpres-di-Kemensetneg.jpg)
Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung merespons santai kritik dan kekecewaan sejumlah pihak setelah bergabung dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2 Oktober 2026.
Usai mengikuti rapat pleno perdana Wantimpres di Gedung Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, Kamis (8/10/2026), Rocky ditanya wartawan soal sindiran terhadap dirinya.
"Siapa yang nyindir gua?" kata Rocky.
Rocky menilai kritik dan kontroversi merupakan hal yang biasa.
"Ya biasa itu, kontroversi kan pasti ada gitu," katanya.
Saat ditanya mengenai pendukung yang kecewa atas keputusannya, Rocky menjawab singkat, "Itu artinya mantan masih mantau."
Rocky tidak merinci siapa pihak yang ia maksud sebagai "mantan".
Rapat pleno perdana tersebut digelar enam hari setelah Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026.
Ketua Wantimpres Pratikno mengatakan 23 anggota hadir dalam rapat pleno perdana Wantimpres ini.
Agenda rapat mencakup penyusunan tata kerja, mekanisme pemberian saran kepada Presiden, serta pembentukan task force.
"Bagaimana kita kerja cepat, seandainya ada hal-hal yang perlu kami menyampaikan pertimbangan kepada Bapak Presiden atau barangkali Bapak Presiden juga meminta pertimbangan kepada Wantimpres, kita juga harus cepat," ujar Pratikno.
Dikritik sebagai Pengkhianatan
Sorotan terhadap Rocky muncul setelah ia bergabung dengan Istana, mengingat selama ini ia dikenal sebagai pengamat yang kerap mengkritik pemerintah.
Rocky pun mengaku sudah memperkirakan dirinya akan dituding mengkhianati perjuangan.
"Saya ada di kalangan Istana sekarang, akan jadi sasaran. Dan enggak ada cara untuk menghalangi kawan-kawan saya tuh yang berupaya untuk cari dalil bahwa saya mengkhianati perjuangan," katanya pada 6 Oktober 2026.
Rocky juga membantah bergabung demi fasilitas pribadi.